Sepuluh tahun yang lalu,
ketika kaki ini melangkah meninggalkan sebuah tempat dimana aku telah dilahirkan,
sebuah kampung yang penuh dengan kenangan pesona nan eksotik rela ku titip pada saudara-saudaraku yang lain,.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
apa yang kucari,,,,,……………………………!!!!!!
hari itu jiwa ini belum sadar untuk apa semua itu.,.,,.
Untuk apa kaki ini melangkah jauh.,.,.,
Untuk apa kampung tercinta itu kutinggalkan,..,.,
Untuk apa,.,.,.,
Tangisan keluarga yang melepaskan kepergianku menggema,..,.,
Seakan bagi mereka daku pergi untuk selamanya
Dan tak pernah kembali
Untuk mendatangi dan mengunjunngi.,.,.,
Ciuman, dan pelukan mereka berikan,.,.,
Seakan itu yang terakhir bagi mereka menatap wajahku.,.,.,
Melihat diriku,..,.,.,
Semua terdiam.,.,.,.,.,.,.
Tapi,,,,,,,,,
Perjalanan hidup itu terus kujalani.,.,.,.,.,
Ketegaran hati kutapaki.,.,.,.,
Demi suatu niat hati untuk menjaci jati diri,.,..,
Dulu,diri ini tak pernah berfikir,,,,,,,,,,
Ketika berdiri dan berbicara..,,,,.,
Ketika semua mata tertuju pada satu arah.,.,.,.,.,.,
Dan ketika tangan ini menunjuk keatas,.,.,.,dengan ketegasan dan rasa percaya diri yang tinggi
Semua perubahan itu ternyata sangat berarti untuk menentukan jati diri.,,,,,,,,,,,,,,
By:
Antonblangpadang
Shafir tajid ‘iwadhan ‘amman tufariquhu.,,,,,,,,